Gulali'' putih terhampar... Hmm, terbayang manis dan empuknya.
Sayangnya, gulali ini bukan permen.
Bukan rumput
Rumput gulali atau rumput kapas ternyata bukan rumput. Disebut
rumput karena daunnya mirip rumput. Ya, daunnya panjang dan ramping. Rumput gulali
sebetulnya sejenis rumput teki''an. Rumput gulali tumbuh di rawa atau tanah
basah.
Hidupnya. Brrrr.......
Bbrrr.. daerah tundra di kutub utara sangat dingin dan berangin
kencang. Hebatnya, si rumput gulali bisa bertahan hidup disana. Caranya, rumput
gulali tumbuh bergerombol seperti semak. Nah, dengan bergerombol itu rumput
gulali menjadi hangat. Rumput gulali juga mampu berfotosintesis dengan cahaya
matahari yang sedikit loh.
Tumbuhan ini disebut gulali atau kapas karena kepala benihnya.
Bentuknya seperti helai''an rambut berwarna putih. Kepala benih cukup
bersahabat dengan angin kencang.Yep, angin kencang membantu menyebarkan benih rumput gulali.
Nyamnyamm, beberapa jenis hewan sukamakan rumput gulali. Diantaranya rusa karibu, ansa salju, dan burung belibis hitam. Rumput gulali juga dimanfaatkan manusia. Kepala benihnya dijadikan sumbu lampu minyak dan dipakai untuk mengisi bantal. Rumput gulali juga dipakai untuk mengobati luka pada zaman perang.




0 komentar:
Posting Komentar